Rabu, 02 November 2011

Campuran




Unsur, Senyawa, dan Campuran
http://belajar.kemdiknas.go.id/images/edukasi/blank.gif
http://belajar.kemdiknas.go.id/images/blank.gif
Campuran
http://belajar.kemdiknas.go.id/images/edukasi/blank.gif
Campuran merupakan materi yang terdiri dari dua atau lebih zat dan dapat dipisahkan dengan proses fisika. Ciri campuran memiliki komposisi yang beragam dan perbandingan yang tidak tetap, terbentuk melalui proses fisika, dapat dipisahkan dengan proses fisika (seperti filtrasi, evaporasi dan distilasi). Setiap komponen dalam campuran masih memiliki sifat.



Macam Campuran

Macam campuran yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

1. Campuran homogen
Komponen pada campuran homogen tidak memiliki bidang batas sehingga tidak dapat dibedakan atas senyawa penyusunnya. Zat penyusun pada campuran homogen memiliki sifat yang sama dan merata dalam segala hal, seperti kesaman rasa, massa jenis, warna dan bau.
Campuran homogen disebut juga larutan, yang terdiri dari zat terlarut (solut) dan zat pelarut (solven). Jumlah solven lebih banyak dari pada solut. Contoh campuran homogen : air sirup, air gula, air garam, aloi dll. Aloi merupakan campuran logam dengan logam lain atau non logam. Contoh aloi : kuningan ( campuran dari tembaga dan seng), perunggu (campuran dari tembaga dan timah).

2. Campuran Heterogen
Komponen zat – zat penyusun dalam campuran heterogen tercampur tidak merata, sehingga ada bagian dari campuran yang memiliki sifat berbeda dan bidang batas yang nyata. Macam campuran heterogen :
a. Suspensi
Suspensi merupakan campuran heterogen antara zat padat dengan zat cair atau gas, dan zat padat tersebut tidak terlarut. Suspensi jika didiamkan agak lama akan menimbulkan endapan.
Contoh : campuran pasir dengan air, sirup obat batuk, air kopi.
b. Koloid
Koloid merupakan campuran heterogen dari dua atau lebih zat penyusunnya, yang salah satu zat tersebut tersebar pada zat lain tetapi tidak merata. Contoh : santan, debu, asap, susu, keju, awan, kabut, cat, margarine, butiran minyak dalam air. Di dalam susu terdapat butiran minyak yang tersebar di dalam air. Sedangkan di dalam margarin terdapat butiran air yang tersebar dalam minyak.



Campuran dapat dipisahkan menjadi senyawa - senyawa penyusunnya, dengan proses fisika tertentu. Proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih zat yang lebih murni (zat tunggal) dari suatu campuran senyawa kimia. Pemisahan ini sangat diperlukan karena banyak senyawa kimia yang ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni atau dalam bentuk campuran. Seperti minyak bumi dari dalam tanah, merupakan campuran berbagai jenis hidrokarbon. Minyak bumi dapat dipisahkan menjadi zat LPG (Liquid Petroleum Gas) atau elpiji, premium, kerosin (minyak tanah), paraffin (lilin),vaselin, solar, avtur, oli pelumas dan aspal.




Proses pemisahan ada dua macam, yaitu secara mekanis dan kimiawi. Cara yang digunakan untuk memisahkan suatu campuran homogen berbeda dengan campuran heterogen. Campuran homogen terdiri dari satu fasa, sedangkan campuran heterogen memiliki lebih dari satu fasa sehingga pemisahannya menggunakan cara yang bermacam-macam. Fasa pada campuran heterogen seperti: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-gas, gas-gas serta campuran padat-cair-gas. 


Copyright © Pustekkom Kemdiknas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar